Semenjak putus dari
si Bebek, blog gue rasanya agak berubah. Kalo blog ini dibandingkan sama
blog gue yang lama ato yang di
multiply, isi dan frekuensi ngisinya emang beda, bahasanya pun beda. Kadang kalo gue baca blog lama gue, gue terheran2 sendiri, kok dulu bisa ya merangkai kalimat kayak gitu? Kok dulu bisa ya rajin apdet kayak gitu. Hahaha...
Setelah mikir-mikir agak lama, gue menemukan satu hal yang mungkin jadi alasannya. Saat gue putus dari si Bebek, niat gue buat ngeblog ilang, inspirasi gue juga lenyap bersamaan dengan kepergiannya dari hidup gue. Meskipun sebelum kenal dia gue juga rajin ngeblog, tapi setelah kenal dia dan kemudian kehilangan dia, hidup gue rasanya nggak menarik lagi, nggak cukup menyenangkan untuk dibagikan lewat blog ini.
Gue, yang nggak cukup sadar dengan hal itu, tetep nulis. Dan hasilnya adalah tulisan-tulisan yang menurut gue ditulis dengan kaku, aneh, dan nggak menarik. Kalimat-kalimatnya seolah dipaksain, dirangkai dengan sebaik mungkin, tapi hasilnya malah aneh, nggak luwes, nggak enak dibaca. Postingan2 di blog ini yang bikin gue cukup "puas" membacanya, cuma postingan2 tentang Tuhan dan tentang si Bebek. Tentang perasaan gue yang (dulu) masih tersisa buat dia.
Trus, kemaren pagi, waktu gue lagi beresin kamar, gue tiba2 mendapat pencerahan. Sewaktu gue sibuk ngobeng lemari gue yang lepas engselnya, otak gue menyusun kalimat2, entah kenapa, entah gimana. Tiba2 aja banyak kalimat2 yang muncul di otak gue dan tiba2 gue jadi tau lagi gimana seharusnya kalimat-kalimat gue susun, gimana seharusnya gue menulis di sini.
Kemudian, balik lagi ke alasan awal gue ngeblog. Gue pengen membagikan hidup gue. Gue pengen yang ngebaca blog ini bisa kenal siapa gue. Mungkin gue ini memang seorang sanguinis sejati (72%, gila aja..) tapi gue juga punya sisi mellow yang meskipun nggak kuat, tapi kadang2 mendominasi, dan di blog ini, sisi mellow gue bisa ditemui. Blog ini "sejarah" hidup gue. Blog ini "otobiografi" seorang Mia Vania Santoso, yang
one day, bisa gue pamerin ke anak gue dan gue bisa bilang, "
See? Mama juga pernah muda..." Whahahaha..
Dan berdasarkan alasan itu, gue jadi memahami banyak hal. Peristiwa kehilangan si Bebek sudah mengubah gue. Gue kehilangan semangat hidup gue ketika gue kehilangan dia. Gue dulu sayang banget sama si Bebek. Lebih dari apa yang kalian pahami, lebih dari apa yang si Bebek pahami, cuma Tuhan yang tahu seberapa gue sayang sama dia. Dan ya, hidup gue kehilangan warnanya setelah dia pergi. Tulisan2 gue kehilangan sentuhan personal seorang gue setelah si Bebek bukan bagian hidup gue lagi. Cuma ketika gue cerita tentang si Bebek lah, gue bisa kembali menikmati ngeblog, bahkan meskipun tulisan itu bercerita tentang rasa sakit gue.
Lalu ada tulisan2 gue tentang kehidupan rohani gue, kehidupan yang membuat gue masih bertahan hidup sampe hari ini, meskipun badai kerapkali menyapa gue, meskipun gue jatuh beberapa kali. Tuhan gue yang luar biasa lah yang membuat gue bangun lagi, hidup lagi, tersenyum lagi. Kasih-Nya memang nggak terganti oleh apa pun juga.
Tapi gimana dengan kehidupan gue yang non-rohani? Meskipun memang, kedua hal itu nggak bisa dipisahkan, gue tetep manusia biasa. Gue nggak sempurna, gue nggak segitu rohaninya, dan gua nggak mau munafik dengan bilang, gue udah ngelupain semua tentang si Bebek (
Honestly, gue pernah bilang gitu sih, hanya untuk membuat diri gue merasa lebih baik..) Hidup gue yang
goes on tanpa si Bebek nggak menarik lagi. Seperti yang gue bilang di atas, inspirasi gue lenyap.
Lalu kenapa sekarang gue ngerasa kalo gue udah bisa nulis2 lagi? Jawabannya, karena gue udah menemukan diri gue kembali. Gue udah menemukan rangkaian2 kalimat yang "hilang" itu. Ya, gue udah hidup lagi. Tuhan baik banget karena membiarkan gue melalui banyak proses untuk dapat sampai pada hari ini, hari di mana gue kembali menemukan Mia yang dulu. Dan salah satunya juga lewat
Kei, tentunya.
Kemaren, waktu lagi chat di MSN,
JJ bilang ke gue, "Kayaknya lagi mabuk cinta banget ya, kelihatan dari blogpost belakangan ini." Hmmm... Kalo dilihat dari postingan2 yang ada di sini, kesannya sih emang gitu ya? Hahaha. Blog ini kembali jadi blog yang isinya cinta2an melulu. Tapi tenang aja, gue bakal mencoba buat cerita tentang hari-hari gue lagi, cerita tentang hidup gue lagi :D
P.S:
Buat si Bebek,
no offense ya..
It's not your fault.. Saya aja yang dodol karena membutuhkan waktu yang lama buat pulih.. hehehe..
P.P.S: Kalo Mia udah nggak pake "saya" berarti lagi nggak mellow.. hahahaha..
Love,
Mya