Tuesday, April 07, 2009

you complete me.

I am a rose, you are my thorns,
clutching to me, protecting me.

I am the sun, you are my rays,
helping me to shine and to be all that I can.

I am a lake, you are my water,
filling me with ideas, dreams, and hopes for the future.

I am a tree, you are my leaves,
sharing who and what I am
and becoming an important part of my life.

I am a heart, you are my beat,
beating rhythmically to my happiness,
my fear, my sadness, my excitement

I am me and you are with me,
to share all that I am,
to share life, love, and happiness.

Always.

Wednesday, February 04, 2009

Maukah Anda?

Maukah anda bertukar tempat dengan saya?

Saya ini biasa-biasa saja. IPK saya sangat jelek dan membuat malu orang tua.
Saya tidak memiliki apa pun yang bisa membuat diri saya bangga. 

Maukah anda bertukar tempat dengan saya?

Saya ini seorang pemarah yang mudah meledak emosinya.
Seorang yang tidak mengenal kata kerja keras dalam kamusnya. 

Maukah anda bertukar tempat dengan saya?

Saya ini seorang yang telah membuat kecewa mereka yang dicintainya.
Seorang yang terkadang di tengah rasa stressnya, berkata, "Mendingan gue mati aja."

Oh. Anda tidak mau? Tidak apa-apa.

Di luar sana masih banyak orang yang ingin bertukar tempat dengan saya.
Karena hidup saya masih jauh lebih beruntung daripada mereka.

Ya. Saya memang biasa saja. IPK saya sangat jelek dan membuat malu orang tua.
Saya tidak memiliki apa pun yang bisa membuat diri saya bangga.

Ya. Saya memang seorang pemarah yang mudah meledak emosinya.
Seorang yang tidak mengenal kata kerja keras dalam kamusnya. 

Dan, ya. Saya memang seorang yang telah membuat kecewa mereka yang dicintainya.
Seorang yang terkadang di tengah rasa stressnya, berkata, "Mendingan gue mati aja."

Tapi masih ada orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung saya.
Mereka yang mau menukar hidupnya dengan hidup saya yang kacau bin berantakan ini.

Ah, anda mau tahu siapa mereka? Mari sini, saya beritahukan pada anda.

Mereka adalah orang-orang yang saat ini sedang terbaring koma di ICU,
yang jantungnya berdetak dengan bantuan alat,
dan hidupnya tergantung pada tabung oksigen.

Mereka adalah orang-orang yang saat ini terjaga dari tidur mereka,
karena dokter memvonis sisa hidup mereka tinggal dalam hitungan tahun,
bahkan bulan.

Mereka adalah orang-orang yang cacat,
yang kelaparan,
yang mau menukar segalanya untuk hidup yang lebih baik lagi.

Ya. Meskipun saya ini biasa-biasa saja,
jantung saya masih berdetak dengan sendirinya, tetap dan seirama.

Ya. Meskipun hidup saya kacau bin berantakan,
saya masih sehat, memiliki tubuh yang utuh,
dan saya makan cukup tiga kali sehari.

Ya. Meskipun saya sering membuat orang-orang yang saya cintai kecewa,
mereka masih tetap mencintai saya dengan tulus dan apa adanya.

Apa? Sekarang anda mau bertukar tempat dengan saya?

Ah, maaf. Saya baru menyadari bahwa ternyata saya mencintai hidup saya dan saya mensyukuri setiap detiknya.
Mungkin sebaiknya anda juga mulai belajar mencintai hidup anda dan mengucap syukur pada-Nya.

Karena bersyukur dalam setiap keadaan akan membuat kita memandang suatu hal dari sudut pandang yang berbeda.

Dan percayalah, hidup anda akan terlihat lebih baik ketika anda memutuskan untuk bersyukur dalam segala perkara.





by His Grace,

Mya

Friday, November 14, 2008

saya kembali diingatkan...

Kalo di film Laskar Pelangi bilang,
"Kalau mau pintar, ya belajar!
Kalau mau sukses, ya usaha!"
Kalo gue yang bilang,
"Kalau mau lihat pelangi, alami dulu hujannya.
Kalau mau lihat terang, alami dulu gelapnya."
Intinya sih sama, segala sesuatu itu ada prosesnya. Kenapa? Karena dengan adanya proses itu maka kita belajar untuk lebih menghargai hal-hal yang kita raih setelahnya.

Seperti guru fisika SMP gue dulu mengajarkan, "Magnet yang lebih gampang dibuat akan lebih mudah kehilangan daya magnetnya, tapi magnet yang sulit dibuat maka daya magnetnya juga akan bertahan lebih lama."

Berlaku pula bagi banyak hal dalam hidup seperti kesuksesan, uang, pacar, dan bahkan dalam hidup kekristenan. Semakin gampang kita memperolehnya, semakin kurang berharga rasanya. Dan sebaliknya, ketika kita memperoleh hal itu dengan melalui proses yang panjang dan melelahkan serta menuntut banyak pengorbanan, maka hal-hal itu akan terasa lebih berharga.

Apa hubungannya dengan hidup kekristenan? Seperti Ko Ricky dulu pernah bilang, "Orang-orang yang diajar lewat masalah dan tekanan tanpa henti dalam hidup adalah orang-orang yang paling mengerti bahwa tanpa Tuhan, mereka tidak akan bertahan hidup." Semakin besar tekanan dan masalah yang harus dihadapi dalam hidup akan membuat kita semakin menyadari bahwa cuma Tuhan satu-satunya tempat bersandar yang aman, yang tidak akan pernah mengecewakan kita.

Dan ya, gue bener-bener sedang diingatkan kembali tentang masalah itu =)

Sebagai penutup, ada kalimat dari Ev. drg. Yusak Tjipto yang selalu menjadi reminder gue di saat gue "membandel":
"Janji Tuhan itu seperti fajar. Tapi jangan lupa, sebelum fajar itu tiba maka yang ada adalah kegelapan. Mau fajarnya datang? Harus mengalami kegelapan dulu sebelumnya dong.."
(gue lupa gimana tepatnya, intinya sih gitu..)




I'm still learning,

Mya

Sunday, November 02, 2008

Surat Cinta Seorang Bapa

Blogpost ini saya tulis pada bulan April 2006. Dan hari ini, rasanya pengen aja ngepost tulisan ini. Kenapa? Hmmm... Mungkin karena tulisan ini sudah berkali-kali menjadi reminder saya. Karena tulisan ini juga sudah membantu saya untuk tetap kuat menjalani hidup.

Semoga bisa jadi berkat juga buat yang membacanya ;)

~*~

Anak-Ku,


Jauh sebelum dunia ini Kuciptakan, kau telah ada dalam benak-Ku. Jauh sebelum matahari yang pertama terbit di ufuk Timur, Aku telah mengasihimu. Jauh sebelum kicauan pipit yang pertama, telah Kurancang masa depanmu.

Sejak kau ada dalam kandungan ibumu, bahkan jauh sebelum itu, Aku telah menjadikanmu milik kepunyaan-Ku. Aku menjagamu dengan tangan-Ku dan Kuberikan segala yang terbaik untukmu.

Aku ada saat engkau menangis untuk pertama kalinya. Aku tersenyum menyaksikan kelahiranmu di dunia. Karena saat engkau lahir, satu bukti cinta-Ku kembali dinyatakan atas semesta ini.

Aku selalu bersamamu, menjagaimu. Aku mendengarkan kata pertama yang kau ucapkan. Menggandeng tanganmu saat engkau berhasil melangkah untuk pertama kalinya. Menemanimu di hari pertamamu di sekolah. Mengawasi tidurmu. Menampung setiap air matamu. Dan juga tertawa bersama denganmu. Aku selalu ada di sisimu, tanpa sekalipun memalingkan wajah-Ku darimu.

Sekalipun aku menjagaimu, Anak-Ku, kerap kali kubiarkan engkau terjatuh, terluka, dan kadangkala Aku seolah jauh darimu. Kuijinkan masalah demi masalah menimpamu. Kubiarkan kau merasa dijauhi, ditolak, bahkan dibenci. Kadang, kuambil orang-orang yang menjadi tempatmu bergantung meskipun aku tahu, dengan demikian kau akan merasakan kesepian.

Tapi Anak-Ku, percayalah. Bahwa sekalipun engkau jatuh, tak pernah Kubiarkan engkau tergeletak. Saat engkau menangis karena kekecewaanmu, Aku turut menangis bersamamu. Saat engkau merasa sakit karena terluka, Aku merasakan kesakitan yang lebih besar darimu. Di kala Aku seolah jauh darimu, Aku hanya ingin kau belajar untuk berteriak dan mencari-Ku. Kubiarkan masalah-masalah itu ada untuk mengajarimu arti hidup, mendewasakanmu, dan membuatmu makin serupa dengan-Ku. Saat kau merasa sendirian dan merasa ditinggalkan, dan Kuambil segala milik kepunyaanmu, Aku ingin kau belajar untuk menggantungkan harapanmu hanya kepada-Ku. Karena manusia akan mengecewakanmu, tapi Aku tidak.

Saat Aku mengatakan "Ya" untuk permintaanmu, Aku ingin kamu belajar mensyukuri kasih karunia-Ku. Saat Aku terdiam dan membiarkanmu menunggu, Aku ingin kamu belajar untuk bersabar dan terus berharap pada-Ku. Namun bila Aku menggelengkan kepala-Ku, dan mengatakan "Tidak", maka ketahuilah, Aku menyediakan yang lebih baik untukmu.

Aku mencintaimu, Anak-Ku. Engkau sangat berharga di mata-Ku. Aku membentukmu dengan sempurna. Kuberikan cukup kelebihan untuk membuatmu percaya diri, namun juga kulengkapi kau dengan kekurangan, untuk mengajarimu arti rendah hati, dan mengajarimu untuk menggantungkan dirimu pada-Ku. Karena jika kuciptakan engkau tanpa kekurangan, maka kau takkan memerlukan Aku.

Aku ingin kau belajar untuk berserah pada-Ku. Tapi bukan menyerah. Karena berserah adalah satu-satunya cara untuk hidup, tapi menyerah hanyalah suatu tindakan yang pengecut. Serahkanlah hidupmu kepada-Ku, biarkan Aku berjalan bersamamu dan menanggung semua bebanmu.

Anak-Ku, sampai masa tuamu, Aku akan selalu ada bersamamu. Dan sampai masa putih rambutmu, Aku adalah Bapa yang tetap setia. Saat kau berjalan bersamaku, tak ada lagi yang mustahil untukmu. Karena Aku, Bapamu, adalah Bapa yang mengasihimu dan selalu menggandengmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Di saat kegagalan menimpamu, percayalah, bahwa tanpa kegagalan, kau takkan pernah menghargai keberhasilan. Dan sekalipun hal-hal buruk menimpamu, ketahuilah, bahwa semuanya Kumaksudkan untuk kebaikanmu. Aku tak pernah meninggalkanmu, Anak-Ku, dan tidak akan pernah. Sekalipun engkau berbalik dari jalan-Ku, Aku tetaplah Bapamu yang setia. Yang akan menanti engkau kembali kepada-Ku, menyambutmu dengan pelukan, dan pesta pora. Aku selalu ada di tempat yang sama. Di sisimu. Sehingga saat kau datang mencari-Ku. Kau akan selalu menemukan Aku.


Dengan cinta,
Tuhan, Bapamu.

Friday, October 24, 2008

a quote

I don't regret the things I have done or the things I have chosen not to do because what ever I've done, I must have done something right because I ended up with you.



I love you, bib.
And God knows how much I really do ;)




xoxo,

Mya

Tuesday, October 21, 2008

being addicted to Si Merah

Kenapa niat mulia gue untuk rajin apdet malah muncul di masa ujian kayak gini? Haduhh..

Lagi kecanduan main Tales of The World: Radiant Mythology. Udah level 44 si Warriornya. Hohoho.. Senanggg.. Kerjaannya sekarang tiap hari chat sama Dokter Har (yang di blog ini sering disebut sebagai si Bebek) membahas game. Hahaha..

Pengen nyobain maen FF Tactics. Ada yang mau download-in nggak? Hahaha.




I heart RPG!

Mya

dua puluh!

Satu Birthday Cake, satu Birthday Muffins, satu Birthday Snack, dua lilin, se-wajan mie goreng, tiga puluh delapan SMS, empat pesan di Friendster, entah-berapa-banyak comments di Friendster, ga-tau-juga-jumlahnya-berapa post di wall Facebook, some phone calls, dan juga ucapan-ucapan lewat MSN, YM, ataupun secara langsung.

Saya sudah dua puluh tahun!

Terima kasih buat semua ucapannya. Terima kasih buat doa-doanya. Saya nggak bisa nyebutin orangnya satu persatu but you know who you are =)

Special Thanks to:
  • Papa dan Mama, buat kado yang lebih awal sekian minggu. Hahaha. It's like a dream comes true^^
  • Kei, buat cake-nya. Makasih udah bikin rencana sama Mama aku. Hahaha. Ga nyangka banget.
  • Jessy, yang udah masakin mie. Porsinya pas ya, Jes ;)
  • Rina, yang udah nemenin belajar di tengah malem sambil nunggu detik-detik terakhir sebagai seorang teenager.
  • Queena dan Fanny, for the most creative birthday "card" ever! Itu namanya birthday card atau birthday snack sih?^^
  • Neririn, buat jadi orang pertama yang ngucapin di telepon. Hohoho..
  • Dan tentunya, My Awesome God, untuk penyertaannya selama 20 tahun ini.
Sekali lagi, terima kasih. Kalian sudah membuat hari jadi saya ini semakin indah.

Foto-fotonya bisa dilihat di bawah atau di Friendster saya

The Most Creative B'day Card Ever!
by: Queena & Fanny


Birthday Muffins!
by: Jess


The Cake^^
Thanks to Mom & Kei

And finally,


The Prince
(upss...)





Cheers,

Mya^^

Monday, October 13, 2008

how long is forever?

Saya nggak setuju dengan kalimat, "I will love you forever".

Bukan, saya bukan orang yang sinis terhadap hal-hal berbau romantis. Bahkan menurut beberapa orang, saya ini orang yang romantis. Saya mencintai puisi, saya seneng kalo pacar ngasih saya bunga, saya menyimpan benda-benda aneh yang bagi saya berarti, dan saya bakal tersenyum2 sendiri kalo denger pacar saya lagi ngegombal.

Saya orang yang sentimentil. Tapi jangan sekali-kali bilang, "I love you forever" ke saya karena bukannya jadi seneng, saya malah jadi sebel.

Kenapa?

Saya orang yang berprinsip: "Nggak usah ngomong daripada nanti nggak dilakukan, jangan berjanji kalo nanti akhirnya juga dilanggar". Sebagai manusia, kita nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi besok, apa yang akan terjadi lusa, kita nggak akan pernah tau apakah perasaan kita akan tetep sama atau akan berubah. Jadi menurut saya, sangat nggak masuk akal untuk mengucapkan "I love you forever" padahal mungkin sepuluh tahun dari sekarang kita mencintai orang lain.

Dulu, waktu saya SMP, salah seorang sahabat saya mendapat surat cinta, salah satu kalimat di surat itu berbunyi, "Kalo kamu menolak cintaku, aku akan menunggumu selamanya". Kenyataannya toh sekarang penulis surat itu udah punya cewek, nggak nunggu sahabat saya tuh...

Atau mantan pacarnya Kei yang bilang, "Aku akan selalu mencintaimu selamanya, kamu akan selalu jadi yang teristimewa di hatiku". Ya ampyunnn.. Pas baca kalimat itu saya sampe geleng-geleng kepala dan berpikir, "Emangnya lu ga mau nikah apa sampe lu tua? Mau terus-terusan nunggu sesuatu yang nggak pasti? Bego amat sih luuu..."

Jadi, moral of the story-nya adalah...

Ketika kita mengatakan sesuatu, katakanlah hal itu dengan tulus dan jujur. Kalo kita emang nggak yakin, ya jangan bilang "selamanya". Untuk apa? Agar terdengar romantis? Ah, kalo bagi saya sih yang penting buktinya, bukan janjinya :)

"I will love you forever, Honey"

"Oh thank you... Now tell me, how long is forever?"


P.S: Aduuuhhh.. Kenapa niat untuk ngeblog muncul ketika saya harus belajar sih?




Love,

Mya

Sunday, October 12, 2008

pacar baru..

Gue lagi jatuh cinta. Bukan, bukan sama si Kei. Hahaha. Gue punya selingkuhan baru. Oke banget, rasanya setiap saat pengen bareng dia terus. Seneng banget kalo liat dia, rasanya seperti mimpi...

Siapa, Mi?

Kenalin, ini pacar baru gue...



Cantik yaa? Hohoho.. Warna merahnya bener2 bikin gue jatuh cinta.. :D

Anyway, ini mesin game pertama yang bener2 punya gue.. Selama ini kalo ada mesin game di rumah, entah itu Tenindo (tiruannya Nintendo), PS, PS2, NDS, PSP, atau sekarang Wii, semuanya pasti milik bersama. Dan secara gue punya dua adik cowok, itu berarti kebanyakan game-nya pasti game cowok yang gue gak doyan dan mereka lebih sering main daripada gue. Dan lagi, secara gue kuliahnya di Bandung, mesin game itu adanya di rumah, gue cuma bisa main pas liburan.

Itulah kenapa gue seneng banget punya Si Merah ini... Gue bisa bebas main, gue bisa bebas pilih game, dan tentunya, bisa dibawa ke Bandung. Hohoho...

Pilihan game gue seperti biasa, game centil yang gak penting... The Sims 2, Harvest Moon Boy and Girl, The Sims 2 Castaway, Harry Potter, dan beberapa game RPG. Belum sempet main sih, lagi sibuk UTS. Nanti kalo udah mulai main, bisa-bisa si Kei terlupa^^

Ya sudah, mau belajar lagi...




Syalala,

Mya.

Friday, October 10, 2008

yeah, he's still the one :)

Ini bulan keempat. Sejak pernyataan cintanya di tengah film Indiana Jones: Kingdom of The Crystal Skull. Sejak saya pulang ke kos, gedor2 pintu kamar Jessy, dan teriak-teriak heboh, "Akhirnya, Jesss...."

Ya, sudah empat bulan. Empat bulan penuh kehebohan di BJ 26. Hahaha. Empat bulan penuh curhatan tanpa henti ke Nerissa, Jessy, dan Rina. Empat bulan yang saya syukuri dengan sepenuh hati.

Sejauh ini, saya masih yakin bahwa saya mengambil keputusan yang tepat. Meskipun banyak orang yang tidak akan setuju dengan keputusan saya ini. Meskipun keputusan ini menuntut banyak pengorbanan, dari saya maupun dia.

Sejauh ini, saya masih yakin, dia orang yang tepat. Meskipun banyak perbedaan pendapat yang timbul karena perbedaan sifat kami. Meskipun saya masih suliiiit bangettt buat belajar tunduk sama dia. Dan meskipun masih banyak frasa "meskipun" lainnya.

You're still the one I run to
The one that I belong to
You're the one I want for life
You're still the one that I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

Ain't nothin' better
We beat the odds together
I'm glad we didn't listen
Look at what we would be missin'

[Shania Twain - You're still the one]




Love,

Mya

menjelang UTS..

Senin depan sudah mulai UTS. Itu berarti suplai kafein, lingkaran hitam di bawah mata, dan setumpuk buku yang harus dibaca. Itu berarti nggak ada yang namanya jalan-jalan, nonton, main, dan ngegosip. Itu berarti tidur dini hari, bangun subuh2, dan tidur panjang sepulang ujian.

Minggu UTS dimulai dengan ujian Akuntansi Manajemen di hari pertama. Dan gue dengan begonya malah nyicil Audit 1 yang ujiannya masih 2 minggu lagi (dan ujiannya tepat di hari ulang tahun gue, bagus banget kan?) Jadilah semalam gue panik karena kebegoan gue itu, gue kira, ujian AkMen itu di tengah2 lah. Lha ternyata kok hari pertama... Mati aja.

Hari Minggu ini rencananya mau ke Gasibu sama Jessy dan Rina. Karena kata Jessy, ga afdol kalo UTS sebelum makan Zupa Soup super enak dan super murah itu. Hahaha..

Duh, gue rasanya ga niat banget mo belajarrr.. Huhuhu.. Masi pengen maiiinnn.. Masi pengen jalan-jalan.. Masi pengen pa***an.. Whahahahaha..

Udah ah, mau belajar dulu..




Wish me luck,

Mya

Thursday, September 11, 2008

Tiga Bulan!

Sudah tiga bulan.

Tiga bulan yang bener2 penuh rasa. Seneng, sedih, marah2, nangis2, ketawa ketiwi, komplit lah pokoknya! Hahaha...

Tiga bulan yang sangat menguras emosi.

Tiga bulan yang membuat saya semakin yakin dengan keputusan ini.

Love you, Bib.. You know I really do :)

~*~

Anyway, pas tiga bulanan kemaren, saya dikasih mawar 7 tangkai, 3 warna dalam 1 buket + 1 warna tambahan bonus dari penjualnya! Hehehe..


Kei bilang, 3 warna untuk 3 bulan. Tapi saya kemudian dengan seenak jidat mengartikan:
Pink for Love, White for Sincerity, Red for Passion. And 7 for Perfection. Hahaha..
Kemudian ada 1 tangkai warna putih dengan tepian pink, itu artinya Hope. Harapan untuk masa depan kami berdua :)

Oia, dia juga ngasih saya cincin, sepasang dengan cincinnya. Belum sempet difoto.. Kapan2 deh ya..

Doakan kami ya^^




Hpisyalala,

Mya

Sunday, August 31, 2008

kuatir...

Sudah jam 4.19. Sudah subuh. Sebentar lagi pasti kedengeran azan dari masjid belakang kos gue, sebentar lagi si Mas Andri pasti seliweran ngambilin cucian, sebentar lagi rutinitas pagi hari dimulai lagi.

Gue nggak bisa tidur. Tadi sekitar jam 11, gue telponan sampe ketiduran. Trus sekitar jam 1, gue bangun, dan nggak bisa tidur lagi sampe sekarang. Gue nelpon Kei, bangunin dia, minta ditemenin. Kita ngobrolin ngalor ngidul, sampe akhirnya dia bilang ke gue kalo shockbreaker motornya rusak padahal hari Senin ini dia bakal naik motor ke Bandung. Perjalanan Cirebon-Bandung sekitar 3,5 jam dan harus ngelewati Cadas Pangeran yang jalannya nanjak, sempit, sebelah jurang, dan banyak tikungan tajam.

Sejak pertama kali dia bilang kalo dia mau ke Bandung naik motor, gue udah berusaha buat ngelarang dia. Gue kuatir. Gue takut. Meskipun dia meyakinkan gue bahwa semuanya bakal baik-baik saja, tapi gue nggak bisa tenang. Kemudian tadi dia bilang shockbreakernya rusak, gue jadi makin kuatir, makin bingung. Gimana seandainya dia kenapa-kenapa? Gimana seandainya ini, itu, dan masih banyak lagi...

Gue nangis tadi, gue minta dia buat nggak ke Bandung naik motor, tapi dia bilang dia harus. Motor itu mau dipake sama adiknya yang sekarang kuliah di Bandung, jadi dia harus bawa motor itu ke Bandung.

Gue masih nangis sekarang. Aduh, mungkin gue lebay, mungkin gue yang terlalu membesar2kan kekuatiran gue, tapi gue takut. Gue takut ada hal buruk yang menimpa dia. Perasaan gue nggak enak banget.

Sampe Senin siang nanti, gue bakal tetep ngerasa kayak gini. Sampe dia nongol di pagar kost gue, sampe gue bisa ngeliat dia nyampe Bandung tanpa kurang suatu apapun, barulah gue bisa lega.

Doain dia, ya?





Mya

Saturday, August 30, 2008

ocehan pagi hari..

Semenjak putus dari si Bebek, blog gue rasanya agak berubah. Kalo blog ini dibandingkan sama blog gue yang lama ato yang di multiply, isi dan frekuensi ngisinya emang beda, bahasanya pun beda. Kadang kalo gue baca blog lama gue, gue terheran2 sendiri, kok dulu bisa ya merangkai kalimat kayak gitu? Kok dulu bisa ya rajin apdet kayak gitu. Hahaha...

Setelah mikir-mikir agak lama, gue menemukan satu hal yang mungkin jadi alasannya. Saat gue putus dari si Bebek, niat gue buat ngeblog ilang, inspirasi gue juga lenyap bersamaan dengan kepergiannya dari hidup gue. Meskipun sebelum kenal dia gue juga rajin ngeblog, tapi setelah kenal dia dan kemudian kehilangan dia, hidup gue rasanya nggak menarik lagi, nggak cukup menyenangkan untuk dibagikan lewat blog ini.

Gue, yang nggak cukup sadar dengan hal itu, tetep nulis. Dan hasilnya adalah tulisan-tulisan yang menurut gue ditulis dengan kaku, aneh, dan nggak menarik. Kalimat-kalimatnya seolah dipaksain, dirangkai dengan sebaik mungkin, tapi hasilnya malah aneh, nggak luwes, nggak enak dibaca. Postingan2 di blog ini yang bikin gue cukup "puas" membacanya, cuma postingan2 tentang Tuhan dan tentang si Bebek. Tentang perasaan gue yang (dulu) masih tersisa buat dia.

Trus, kemaren pagi, waktu gue lagi beresin kamar, gue tiba2 mendapat pencerahan. Sewaktu gue sibuk ngobeng lemari gue yang lepas engselnya, otak gue menyusun kalimat2, entah kenapa, entah gimana. Tiba2 aja banyak kalimat2 yang muncul di otak gue dan tiba2 gue jadi tau lagi gimana seharusnya kalimat-kalimat gue susun, gimana seharusnya gue menulis di sini.

Kemudian, balik lagi ke alasan awal gue ngeblog. Gue pengen membagikan hidup gue. Gue pengen yang ngebaca blog ini bisa kenal siapa gue. Mungkin gue ini memang seorang sanguinis sejati (72%, gila aja..) tapi gue juga punya sisi mellow yang meskipun nggak kuat, tapi kadang2 mendominasi, dan di blog ini, sisi mellow gue bisa ditemui. Blog ini "sejarah" hidup gue. Blog ini "otobiografi" seorang Mia Vania Santoso, yang one day, bisa gue pamerin ke anak gue dan gue bisa bilang, "See? Mama juga pernah muda..." Whahahaha..

Dan berdasarkan alasan itu, gue jadi memahami banyak hal. Peristiwa kehilangan si Bebek sudah mengubah gue. Gue kehilangan semangat hidup gue ketika gue kehilangan dia. Gue dulu sayang banget sama si Bebek. Lebih dari apa yang kalian pahami, lebih dari apa yang si Bebek pahami, cuma Tuhan yang tahu seberapa gue sayang sama dia. Dan ya, hidup gue kehilangan warnanya setelah dia pergi. Tulisan2 gue kehilangan sentuhan personal seorang gue setelah si Bebek bukan bagian hidup gue lagi. Cuma ketika gue cerita tentang si Bebek lah, gue bisa kembali menikmati ngeblog, bahkan meskipun tulisan itu bercerita tentang rasa sakit gue.

Lalu ada tulisan2 gue tentang kehidupan rohani gue, kehidupan yang membuat gue masih bertahan hidup sampe hari ini, meskipun badai kerapkali menyapa gue, meskipun gue jatuh beberapa kali. Tuhan gue yang luar biasa lah yang membuat gue bangun lagi, hidup lagi, tersenyum lagi. Kasih-Nya memang nggak terganti oleh apa pun juga.

Tapi gimana dengan kehidupan gue yang non-rohani? Meskipun memang, kedua hal itu nggak bisa dipisahkan, gue tetep manusia biasa. Gue nggak sempurna, gue nggak segitu rohaninya, dan gua nggak mau munafik dengan bilang, gue udah ngelupain semua tentang si Bebek (Honestly, gue pernah bilang gitu sih, hanya untuk membuat diri gue merasa lebih baik..) Hidup gue yang goes on tanpa si Bebek nggak menarik lagi. Seperti yang gue bilang di atas, inspirasi gue lenyap.

Lalu kenapa sekarang gue ngerasa kalo gue udah bisa nulis2 lagi? Jawabannya, karena gue udah menemukan diri gue kembali. Gue udah menemukan rangkaian2 kalimat yang "hilang" itu. Ya, gue udah hidup lagi. Tuhan baik banget karena membiarkan gue melalui banyak proses untuk dapat sampai pada hari ini, hari di mana gue kembali menemukan Mia yang dulu. Dan salah satunya juga lewat Kei, tentunya.

Kemaren, waktu lagi chat di MSN, JJ bilang ke gue, "Kayaknya lagi mabuk cinta banget ya, kelihatan dari blogpost belakangan ini." Hmmm... Kalo dilihat dari postingan2 yang ada di sini, kesannya sih emang gitu ya? Hahaha. Blog ini kembali jadi blog yang isinya cinta2an melulu. Tapi tenang aja, gue bakal mencoba buat cerita tentang hari-hari gue lagi, cerita tentang hidup gue lagi :D


P.S: Buat si Bebek, no offense ya.. It's not your fault.. Saya aja yang dodol karena membutuhkan waktu yang lama buat pulih.. hehehe..

P.P.S: Kalo Mia udah nggak pake "saya" berarti lagi nggak mellow.. hahahaha..




Love,

Mya

Friday, August 29, 2008

The Reasons

Saya pernah mendengar perkataan, "Jangan mencintai seseorang dengan alasan, karena saat tidak ada lagi alasan yang tersisa untuk mencintainya, maka cintamu padanya akan sirna." Tapi bagaimana pun juga, saya tetap ingin menulis "daftar alasan" ini.

Kenapa? Karena saya ingin anda mengerti mengapa saya memilihnya. Karena saya ingin anda memahami sosok seorang Kei yang membuat saya jatuh cinta...

So here is the list, enjoy!
  1. Dia tahu bagaimana cara membuat saya tersenyum sewaktu saya sedang sedih atau marah sekalipun.
  2. Caranya menatap saya dan berkata, "Semua bakal baik-baik saja kok, Mi.. Tenang ya, Sayang...." Di saat saya sedang sedih, tertekan, dan menghadapi masalah.
  3. Caranya memeluk saya dari belakang, mencium rambut saya, dan kemudian berbisik, "I love you, beib...," di telinga saya :)
  4. Kemanjaannya yang kadang membuat saya bingung, saya ini pacaran dengan anak TK atau mahasiswa, sih?
  5. Bau khas-nya yang selalu bisa menenangkan saya. (Lebih manjur dari aromaterapi loh... Coba aja kalo ngga percaya.. hehe..)
  6. Kerutan yang muncul di keningnya saat dia sedang bete atau pun banyak pikiran.
  7. Rambutnya yang berantakan setelah memakai helm, yang kemudian selalu disorongkannya pada saya diikuti kalimat, "Mi... benerin donk.."
  8. Kesabarannya mendengarkan semua omelan saya ketika saya sedang marah. Dan juga kemarahannya di saat saya sudah mulai kelewat batas.
  9. Komentar-komentar ngga pentingnya yang kadang bikin saya sakit kepala. (Tanya Jessy kalo ngga percaya...)
  10. Airmatanya yang muncul ketika emosinya sudah tidak tertahankan lagi.
  11. Ketika dia duduk bersama adik-adik saya dan tertawa bersama mereka.
  12. Sikapnya yang sopan dan hormat pada orang tua saya.
  13. Kerelaannya untuk berjalan kaki dari PVJ sampai Hotel Naval demi mengantarkan sebungkus nasi goreng untuk papa saya.
  14. Adik-adiknya yang selalu manis dan ramah pada saya.
  15. Caranya mengingatkan saya ketika saya melakukan kesalahan.
  16. Caranya mengelus kepala saya dan tersenyum sesudahnya.
  17. Caranya meraih tangan saya dan kemudian menggenggamnya ketika dia membonceng saya di atas sepeda motornya lalu dengan manja berkata, "Dingin, Mi.. Angetin...."
  18. Caranya mengatakan, "I love you..."
  19. His smile, his "puppy" eyes, his warm embrace..
  20. And also, the way he loves me :)
Well, sejauh ini hanya itu yang bisa saya tuliskan. Suatu saat nanti, saya akan meng-update "daftar" ini. Daftar ini masih ngga lengkap, masih banyak yang ingin saya bagi, tapi waktunya belum tepat. Suatu hari nanti, saya janji.

Anyway, apakah sekarang anda sudah tahu mengapa saya mencintainya? :)




be blessed,

Mya